Sungai Raya – SD Negeri 62 Sungai Raya terus berkomitmen menumbuhkan budaya literasi sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan pembiasaan literasi sebelum pembelajaran dimulai dengan memadukan penggunaan buku bacaan fisik dan Perpustakaan Digital SAMPAN 62 (Sarana Membaca dan Pembelajaran Anak SD Negeri 62). Kegiatan ini menjadi rutinitas harian yang bertujuan membangun minat baca, kemampuan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi, serta meningkatkan literasi digital peserta didik.

Pembiasaan literasi dilaksanakan selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Peserta didik diberikan kebebasan memilih bahan bacaan sesuai minatnya, baik berupa buku cerita, buku pengetahuan, komik edukatif, maupun koleksi buku digital yang tersedia pada website SAMPAN 62. Dengan tersedianya berbagai pilihan bacaan, peserta didik menjadi lebih antusias untuk membaca dan memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan.

Agar kegiatan berlangsung lebih interaktif, guru membagi peserta didik ke dalam kelompok-kelompok heterogen yang terdiri atas siswa dengan kemampuan dan karakter yang beragam. Dalam setiap kelompok, salah seorang peserta didik mendapat kesempatan menjadi pencerita, yaitu menyampaikan kembali isi bacaan yang telah dibacanya kepada teman-teman sekelompok. Sementara itu, anggota kelompok lainnya menyimak, memberikan tanggapan, mengajukan pertanyaan, serta mendiskusikan pesan moral yang diperoleh dari cerita tersebut.

Kegiatan bercerita ini tidak hanya melatih kemampuan membaca pemahaman, tetapi juga mengembangkan keterampilan berbicara, mendengarkan secara aktif, bekerja sama, serta menghargai pendapat orang lain. Suasana belajar pun menjadi lebih hidup karena setiap peserta didik memperoleh kesempatan untuk belajar dari teman sebaya melalui proses berbagi pengalaman membaca.

Sebagai bentuk penguatan literasi reflektif, seluruh peserta didik kemudian melakukan refleksi hasil bacaan melalui halaman Refleksi Literasi yang tersedia pada website SAMPAN 62. Melalui tautan refleksi tersebut, peserta didik menuliskan judul buku yang dibaca, tokoh favorit, pesan moral yang diperoleh, bagian cerita yang paling berkesan, serta manfaat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil refleksi ini menjadi dokumentasi perkembangan literasi peserta didik sekaligus bahan evaluasi bagi guru dalam merancang kegiatan literasi berikutnya.

Pemanfaatan Perpustakaan Digital SAMPAN 62 memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk mengakses berbagai sumber bacaan kapan saja dan di mana saja. Koleksi buku digital yang terus dikembangkan menjadi pelengkap perpustakaan fisik sekolah sehingga peserta didik memiliki lebih banyak pilihan bacaan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan belajarnya.

Kepala SD Negeri 62 Sungai Raya menyampaikan bahwa pembiasaan literasi merupakan bagian penting dalam menciptakan budaya belajar yang positif di sekolah. Integrasi antara buku bacaan fisik, perpustakaan digital, kegiatan bercerita, dan refleksi literasi diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu memahami, mengomunikasikan, serta merefleksikan informasi yang diperolehnya.

Melalui inovasi SAMPAN 62, SD Negeri 62 Sungai Raya terus berupaya menghadirkan ekosistem literasi yang modern, kolaboratif, dan berkelanjutan. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata transformasi pendidikan yang memadukan budaya membaca dengan pemanfaatan teknologi digital, sehingga peserta didik tumbuh menjadi generasi yang literat, kreatif, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.

Dengan terlaksananya pembiasaan literasi ini, SD Negeri 62 Sungai Raya berharap budaya membaca tidak hanya menjadi kegiatan rutin di sekolah, tetapi juga berkembang menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sinergi antara guru, peserta didik, dan pemanfaatan Perpustakaan Digital SAMPAN 62, sekolah optimis dapat mencetak generasi pembelajar sepanjang hayat yang memiliki karakter kuat, wawasan luas, dan kemampuan literasi yang unggul.